Komposisi Spontan untuk Instalasi Bunyi

Ditulis pada 19 Oktober 2018 di Cinema Bakery Cafe, Jalan Prawirotaman, Yogyakarta (22:17)

 

Komposisi musik yang dimainkan oleh instalasi bunyi ini merupakan buah pikiran oleh para komponis, salah satunya adalah komponis yang datang untuk sekedar melihat proses pembuatannya. Instalasi ini memainkan karya ini melalui program midi dan max msp. Setelah itu akan diproses ke sebuah alat arduino untuk memberikan sinyal dan menggerakan tabuh atau alat pukul bilah-bilah gender yang berada di atasnya.

Setelah sebelumnya tidak bisa datang ke Etnictro, saya pun bisa datang kesana untuk melihat dan bertemu Mas Tony mengerjakan Instalasi Bunyi-nya. Saya tiba sekitar puku. 15:30 sore, dan sudah terdengar bunyi gender dari dalam ruang. Telinga saya merasa senang mendengar resonansi gamelan Jawa dari kejauhan yang menghasilkan ombak (vibrasi).

Setibanya di dalam, Mas Tony memanggil saya dan menjelaskan cara kerja membuat komposisi di program max msp. Dia memberi tahu bahwa kita tinggal menyusun beberapa nada-nada yang sudah terdapat pada kotak-kotak yang sudah ia buat sebelumnya (sejujurnya saya tidak begitu mengerti apa itu). Pada intinya kita mengurutkan nada-nada yang akan dimainkan pada setiap ketukan. Kita bisa mengatur tempo yang ingin digunakan untuk memainkannya juga. Saya mencoba membuatnya langsung di program itu, tetapi sangat susah. Sebab saya belum pernah menggunakan program itu sebelumnya.

Mas tony memberikan sebuah buku gambar berukuran A3 dan sebuah sepidol kepada saya. Ia mengatakan, “buatkanlah satu bagian komposisi lah, bli”. Saya merasa kebingungan akan membuat apa, karena memang tidak ada rancangan sebelumnya. Saya coba tenang dan berusaha berpikir secara cepat, apa yang akan ku tulis dalam buku gambar itu.

Saya menuliskannya menggunakan notasi kepatihan, sesuai dengan nada dan bilah gender Jawa yang digunakan. Dengan menggunakan angka-angka sebagi sumbol, menuliskan satu per-satu beberapa motif kotekan. Berharap, hal itu dapat dimainkan oleh instalasi itu. Sejujurnya Saya ingin mendengar bagaimana jika kotekan gamelan Bali dimainkan oleh mesin-mesin itu.

Perlahan saya menulis 16 gatra yang berisi berbagai teknik kotekan dan nantinya Mas Tony akan mentranskripsinya ke dalam program max msp. Saya sangat senang bisa menuliskan sesuatu untuk alat itu. Semoga saja dapat dan layak dimainkan. Akhir kata, saya meminta Mas Tony untuk merekamnya nanti ketika sudah berhasil dimainkan oleh instalasi itu.

Leave a comment

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close